semua orang memiliki ciri semua orang memiliki apa yang kita sebut sebagai identitas.
seorang akan dipandang buruk baik melalui perilaku, dan keperibadiannya, dan itu adalah identitas.
ini adalah pengetauan dasar untuk dapat memahai apa yang akan kita perbincangkan dibawah melalui kata sambutan ini.
pembicaraan awal kita dimulai dari kata Aceh, di negeri ini siapa yang tidak pernah mendengar megah dan agung nya tempat ini selain dikenal sebagai serambi mekah juga sering tampil sebai tempat yang memuiliki 1001 sejarah, kelam dan gemerlapnya tanah ini bangun dan jatuh nya kemanusian,
1.
keramahan palsu dengan iming iming kerjasama mereka yang pucat dan si mata lebuh mengobrak ambrik kota tuan. yang penduduk retnan tanpa senjata namu gagah dan berani, besi tumpul dan berkarat jadi senjata. bebrapa kali mereka tersungur dan mapar namun berkali kali juga mereka bertahan dan mendesak kota tua.
setelah merdeka ya tempat ini pernah merdeka.
tak lama sejarah selanjut nya terlalu nekat bagi saya untuk memaparkan segalanya mengigat posisi saya hanyalah seorang mahasisiwa bukam sedikit tak apa..
paparan jelasnya tergamabar dari semua cerita , perang saudara kerisis pangan dan banyak lainnya sebatas sejarah karna tak banyak yang mengigatnya mengigat diman para orang tua dulu makan dengan nasi di campur jagung, angota kluarga yang berakhir di gelapnya rimba atau enyah hening di dalamnya samudra,
2. satu hal yang tak pernah sayu lupakan dari tempat ini adalah peristiwa itu
peristiwa 26 desember 2004, dimana ombak tingi yang menandungi rumah berlantai dua, ombak yang meratakan apa saja yang dilaluinya ombak yang menelan ribuan nyawa tua, muda, sakit atu sehat, kaya atau miskin. mungkin tanah ini taakan lupa semuanya . kentalnya darah, asinnya air mata, atau dinginya air samudra .
kembali pada identitas, dengan peristiwa yang menerpa kita yang seilh berganti memang akan selalu ada hikmahnya, yang masih bernapas bisa menata hidup tapi tak sedikit juga tersesak,sesak karna kehabisan akal untuk bertahan hidup.
dengan peristiwa itu apakah kita harus tumbuh denga peribadi yang mengigat dan melagkah maju dengan memori, atau generasi tukang ngopi yang maju dan maju tapa ingat sejarah atau , generasi pemebrontak yang ingin mundur lagi
kembali ke identitas malulah pada apa yang sudah kita lalui jika kalian yang muda sempat membaca catatan kecil saya ini , sudah abaikan saja catat juga sejrah menurut padaganmusendiri bukannya menyimpanya dan terlupakan setitik kata bernilai sejar dan mati ditangan mu bukankah kau berdosa karna ada satu titik yang terlupakan natinya dan tak tersamnapaikan pada anak cucu kita , mari membuat identitas membentuk jiwa tulis, menumbuhkan minat baja, jangan terlalu sibuk dengan yang ditawarkan sesekali mari membuat pemawaran.
terimakasih like dan komen ya

